Make your own free website on Tripod.com

[Date Prev][Date Next][Thread Prev][Thread Next][Date Index][Thread Index]

Re: Fisikawan Indonesia



Ass. wr. wb.

Menjawab "pertanyaan selingan mas Robert", tentang milist ini, ya
silahkan
saja terus dengan "metode forward ini", sepanjang masih mencukupi.. :)
:)
To be continued sajalah, mate.... :)
Ehhhh, omong-omong saya ini sudah termasuk orang "pinggiran" dalam
hal Fisika... jadinya entar berperan jadi "pembaca" (khususnya kalau
sudah
bicara tentang yang "rumit-rumit". Maklum tahunya cuman nol dan
satu....:D

Mas Hariyadi von Sragen wrote:

> Rekan-rekan fisikawan Indonesia, kali ini saya minta feed-back
> mengenai
> peran fisikawan kita dalam membangun teknologi di Indonesia.
> Sepengetahuan saya, istilah pengembangan Hi-tech di Indonesia selau
> dikaitkan dengan bidang-bidang engineering.

:) :) :)  Yang bener nih.. Setahu saya namanya kan IPTEK Ilmu
Pengetahuandan Teknologi (Nggak tahu kalau jadi, IlPen dan
Teknik)....Orang bilang, katanya, sekarang perangnya pakai duit,
tentaranya para bakuldan pedagang. Didukung oleh satgas para pekerja
(.....buruh....). Repotnya
sepertinya Indonesia, belums empat siap-siap merancang dan membikin
bedil
harus sudah langsung terjun dimedan perang. Ya yang diperlukan
(barangkali),
menurut para pengatur prajurit, ya tukang lasnya, pande besinya, dll.
Kemudian maunya baru sambil menyiapkan orang yang bisa menunjukkan
cara membuat bedil yang baik, cor-coran yang handal, konsep senjata
lebih ampuh
(pakai laser) dll.... :)
Hanya porsi-porsinya yang barangkali sedikit menyedihkan.

> Seberapa 'digdaya' fisikawan kita dalam percaturan pembangunan
> teknologi
> ? apakah memang benar existence HFI (Himp. Fisikawan Indonesia) jauh
> di
> bawah PII (Persatuan Insinyur Indonesia) ?.

Yang jelas sih belum bisa bergandengan dan saling mendukung dalam
perjalanan.
Sepertinya masih "lu lu, gue, gue" kata anak Jakarte. Keberadaan
Himpunan ataupun
Persatuan sendiri juga masih kurang eksis, dalam artian sumbangan riil
terhadap
perkembangan Sci-tech. (Maaf, sebagai orang pinggiran, hampir tidak
pernah
mendengar aktifitas ilmiah (ataupun ngilmiah) yang digelar. (Satu dua,
sih, ya).

Wass. wr. wb.
Set